Nutrisi Penting Per Trimester Bagian 2

2. TRIMESTER KEDUA

Pada trimester ini, pertumbuhan jaringan dan organ janin semakin pesat dan mengalami pematangan. Salah satu yang penting adalah pertumbuhan tulang dan pembentukan gigi janin. Nah, kalsium adalah nutrisi yang berperan untuk itu. Bila kebutuhan akan kalsium tidak terpenuhi, janin bakal mengambil cadangan kalsium dari Mama yang tersimpan dalam tulang. Akibatnya, rangka tulang Mama lebih cepat menjadi rapuh karena terjadi demineralisasi tulang atau mengalami keropos tulang lebih dini. Ada banyak sumber kalsium, di antaranya: telur, susu, ikan teri, ikan salmon, sarden, sayuran berwarna hijau, kacangkacangan (kacang kedelai, kacang tanah), dan wijen.

Nutrisi lain yang juga penting adalah zat besi (Ferrum/Fe), karena kebutuhan akan sel darah merah bertambah banyak pada trimester ini. Zat besi bermanfaat untuk mengikat sel-sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat mengganggu metabolisme energi sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan kerja organ-organ tubuh yang tentunya dapat memengaruhi perkembangan janin. Kekurang zat besi umumnya ditandai dengan wajah pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh, menurunnya kekebalan dan gangguan penyembuhan luka. Untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi, Mama dapat mengonsumsi bahan makanan yang kaya akan zat besi, seperti: daging, telur, serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan lain-lain.

3. TRIMESTER KETIGA

Sekitar 70% dari seluruh pertumbuhan sel terjadi pada akhir trimester ini, oleh karena itu ada beberapa nutrisi yang penting mendapat perhatian, tentu dengan tidak mengabaikan nutrisi lainnya. Artinya, pemenuhan nutrisi seimbang tetap harus menjadi perhatian. Berikut ini beberapa zat gizi penting di trimester akhir:

• Vitamin B6 (piridoksin) Pasalnya, dua bulan menjelang lahir, pertumbuhan otak janin terjadi cepat sekali sehingga kecukupan gizinya harus diperhatikan benar. Salah satunya adalah vitamin B6 yang dibutuhkan untuk pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Pembentukan neurotransmitter ini biasanya sejalan dengan semakin berkembangnya otak janin yang berarti semakin meningkat pula kemampuannya untuk mengantarkan pesan. Makanan dari hewan merupakan sumber terbanyak untuk vitamin jenis ini.

• Yodium Mineral yang satu ini dapat memengaruhi perkembangan janin karena berkaitan dengan pembentukan senyawa tiroksin yang berperan mengontrol setiap metabolisme sel baru yang terbentuk. Bila kekurangan senyawa ini, akibatnya proses perekembagan janin, termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Janin akan tumbuh kerdil. Bahan makanan sumber yodium antara lain ikan laut, rumput laut, dan garam beryodium.

• Energi Mulai usia kehamilan 38 minggu (usia janin 36 minggu), janin sudah siap lahir. Mama membutuhkan bekal energi yang memadai untuk mengatasi “beban” yang berat, selain juga untuk proses persalinan kelak. Pastikan kebutuhan energi terpenuhi dengan konsumsi karbohidrat dan lemak yang memadai. Karbohidrat dapat diperoleh dari serealia (padipadian) dan produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Lemak didapat dari susu, telur, daging berlemak, avokad, dan minyak nabati.

Berikut ini adalah informasi lebih mengenai kursus persiapan tes ielts di Jakarta agar Anda lebih percaya diri dalam menghadapi ujian ielts.