Peraih Emas Olimpiade Sains Internasional Bagian 2

Terpacu Belajar Sendiri

“Seperti kita tahu, materi untuk OSN adakalanya berupa pelajaran SMP bahkan SMA. Jadi, untuk persiapan olimpiade, Joan akan belajar sebanyak-banyaknya. Ia seperti spons yang menyerap apa pun. Meski begitu, gaya belajarnya santai, banyak bercanda. Kami memang berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Misal, kami akan membikin istilah yang lucu untuk memudahkan Joan mengingat sesuatu. Atau saya akan membiarkan Joan belajar di atas perut saya. Bila jenuh, kami akan ke mal dan belajar di area taman mal tersebut. Pada saat ikut olimpiade, Joan tak masuk sekolah karena harus masuk karantina. Sewaktu kelas 6 semester I, misalnya tercatat izin tak sekolah Joan sampai 27 hari. Namun puji Tuhan, Joan berhasil mengejar ketinggalan pelajarannya.

Malah tidak disangka dia mencapai nilai terbaik di sekolah. Bahkan untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Daerah (UASBD), Joan meraih nilai sempurna (10) untuk matematika dan IPA. Joan memang sudah melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan. Joan memang ‘kuat’ di biologi. Belakang ini, ia tertarik dengan fisika. Dosen OSN yang menjadi pembimbingnya menyarankan ia untuk mengikuti seleksi tingkat internasional jenjang berikutnya.

Di sini Joan diharapkan bisa menguasai semua bidang, baik biologi, fisika, hingga matematika. Saya berharap ia bisa mempertanggungjawabkan talenta yang dititipkan Tuhan ini dengan baik, mampu mandiri, berguna untuk keluarga, negara, dan masyarakat.”

Kata Joan , Sains Itu Menyenangkan

“Belajar sains itu menyenangkan. Bahkan waktu dikarantina, kita tak belajar seserius yang dibayangkan orang. Kami bercanda dan dosen yang membimbing pun tidak memaksa. Kami belajar dengan suasana tak tertekan. Kami menikmati pembelajaran sains. Saya teringat ketika wali kelas 4 SD mengatakan, do your best and God will do the rest.

Kita berusaha melakukan sebaik mungkin talenta yang sudah diberikan dan kita serahkan hasilnya pada Tuhan. Saya menyadari talenta ini dan saya bercita-cita ingin menjadi ahli botani. Di sisi lain, saya juga tertarik astronomi, saya juga tertarik dengan lensa. Mungkin suatu hari bisa menjadi ahli lensa.”

Agar bisa lebih mahir dalam berbahasa asing seperti bahasa Jerman, berikan anak les di lembaga kursus bahasa Jerman terkenal di Jakarta.