Bayi Lahir Besar

ausbildungaupair.com – Dokter Judi yang baik, Juni lalu, saya (35) melahirkan bayi laki-laki, anak ketiga dengan berat 4.750. Lahir normal lewat 3 hari dari tanggal taksiran. Setelah lahir tidak dilakukan IMD, alasannya air ketuban berwarna hijau hingga bayi saya harus dirawat di ruangan perinatologi. Dok, apa penyebab bayi saya besar, padahal saya tidak punya riwayat diabetes? Apakah susu sapi murni bisa membuat bayi menjadi besar? Sebab, selama hamil, selain minum susu hamil, saya juga minum susu sapi segar. Kenapa air ketuban berwarna hijau? Apa bahayanya bagi bayi? Demikian pertanyaan-pertanyaan saya. Mohon jawaban Dokter Judi. Terima kasih. Neneng Nurhayati – Jakarta.

Bayi-bayi normal di Indonesia yang lahir pada kehamilan cukup bulan memiliki berat antara 2.600 – 4.000 g. Bayi Ibu termasuk besar dan penyebabnya bisa bermacam-macam. Yang tersering penyakit kencing manis (diabetes mellitus) pada ibu hamil. Sebab lain adalah genetik (misal, kedua orangtua memiliki tinggi badan lebih dari 170 cm), penambahan berat badan berlebih akibat konsumsi makanan berlebih (banyak memakan karbohidrat atau gula, umpamanya), atau ada kelainan pada janin.

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang cermat oleh dokter anak untuk mencari penyebab bayi Ibu besar. Perlu diperhatikan tumbuh kembang selanjutnya agar bayi Ibu tidak jatuh ke dalam sindrom kegemukan (obesitas). Kegemukan dapat memengaruhi timbulnya penyakit kencing manis maupun penyakit jantung dan pembuluh darah. Nantinya, biasakan anak makan banyak sayur dan buah-buahan, jangan diberi junk-food, dan kontrol teratur untuk memantau tumbuh kembangnya. Terima kasih atas pertanyaannya.

Perisapan MPASI

Dokter Rifan, anak saya (6 bulan) sedang saya persiapkan menerima MPASI. Saya ingin memberikan makanan yang dibuat sendiri. Sebagai tahap awal, bolehkah saya memberikan bubur dengan sayuran seperti wortel? Menurut yang saya dengar, wortel sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah 1 tahun? Mana yang benar, Dok? Di usia berapa saya boleh memberikan telur? Terima kasih atas jawaban Dokter Rifan. Terima kasih. Lizarti – Palembang.

Pada bayi berusia 6 bulan atau lebih, MPASI yang diberikan sebaiknya tidak mengandung serat seperti sayuran (wortel dan sebagainya) dahulu. Berikanlah MPASI bertekstur lebih lembut seperti bubur susu dengan tingkat kekentalan bertahap. Yaitu lebih encer pada hari-hari awal, kemudian ditingkatkan di minggu berikutnya. Berikan pula buah-buahan seperti perasan jeruk manis, papaya, pisang, dan sebagainya dalam bentuk yang lebih lembut. Pemberian telur dapat dimulai saat ia berusia lebih lanjut di atas 12 bulan selama tidak ada riwayat alergi dalam keluarga agar mengurangi kemungkinan terjadi gejala alergi.